Jumat, 08 April 2016

Kebijakan Web

Kebijakan (Policy)
Kebijakan keamanan adalah pernyatan atas apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam menjalankan sebuah sistem. Metode, alat, atau prosedur untuk melaksanakan kebijakan keamanan tersebut dinamakan mekanisme keamanan.

Internet yang kita kenal dengan dunia maya , merupakan medium untuk berkomunikasi layaknya dunia nyata. Sehingga kemungkinan timbulnya miss komunikasi yang mengakibatkan hubungan tidak baik antar sesama pengguna internet. Netiquette atau netiket adalah singkatan dari  netter etiket, yaitu semacam aturan dan etika dalam berkomunikasi sesama pengguna internet, baik itu dalam komunikasi melalui email, mailing list, chatting, dan media komunikais lainnya, yang disepakati sebagai aturan dan etika yang umum.

Beberapa etika yang umum dalam komunikasi di internet adalah:
  1. Jangan menggunakan huruf besar
  2. Kalau mengutip pesan sebaiknya, kutiplah seperlunya
  3. Perlakuan email sebagai pesan pribadi
  4. Hati - hati dalam mem-forward email ke orang lain.
  5. Biasakan menggunakan format plan text dan jangan sembarangan menggunakan format HTML
  6. Jangan kirim file (berukuran besar) melalui attachment tanpa ijin terlebih dahulu dari penerima email 


DAFTAR PUSTAKA

Yuhefizar. 2008. 10 Jam Menguasai Teknologi Dan Aplikasinya. 8 April  2016

Noviandi, Luthfi., Shelvie Nidya Neyman. "Pembangunan Web Application Cloud Storage sebagai Implementasi Cloud Computing". http://apps.cs.ipb.ac.id/ojs/files/journals/2/articles/265/submission/original/265-707-1-SM.pdf. 8 April 2016

Privasi Web

Privasi web untuk serangan.
  1.  Patches dan Update. Kebanyakan resiko keamanan yang ada karena vulberabilitas secara luas telah dikenal dengan baik. Ketika vulnerabilitas baru ditemukan, kode pemanfaatan (exploit) sering ditempatkan pada papan bulletin internet.
  2. Services. Kumpulan layanan ditentukan oleh pesan server dan aplikasi, dengan melumpuhkan layanan yang tidak terpkai dan yang tidak perlu, anda dapat dengan cepat dan dengan mudah mengurangu area permukaan serangan.
  3.  Protocols. Untuk mengurangi area permukaan serangan dan kesematan terbuka bagi penyerangan, anda bisa menonaktifkan protocol jaringan yang tidak terpakai atau yang tidak perlu dipakai.
  4. Accounts. Banyaknya akun yang dapat diakses dari server harus dibatasi. Layanan maupun akun pengguna perlu dipakai.
  5. Files dan Directories. File dan Direktori dijamin aman dengan pembatasan ijin NTFS yang mengijinkan akses hanya untuk akun pengguna dan layanan Microsoft Windoes.
  6. Shares. Tidak semua file harus dibagi, seperti share default administrasi yang harus dipindahkan jika tidak diperlukan.
  7. Auditing dan Logging.  Pengauditan merupakan bantuan vital didalam mengidentifikasi pengganggu atau penyerang di dalam proses. Pembuktian pebukaan terutama sekali bermanfata seperti informasi forensic ketika menentukan bagaimana suatu gangguan atau serangan dilakukan.
  8. Registry. Kebanyakan keamanan dikaitkan dengan pengaturan yang dilakukan di dalam registry dapat dilakukan dengan menerapkan pembatasan Windows ACL mengeblok administrasi registry remote.


DAFTAR PUSTAKA

Simarmata, Jenner. 2010. Rekayasa Web. Yogyakarta. CV Andi Offset.

Aspek Hukum dan Web Security

Aspek keamanan (security) merupakan aspek sangat penting dalam penggunan web. Banyak komputer melakukan akses pada jaringan yang sama menimbulkan kerawanan dalam pemanfaatan web. Berikut iniadalah beberapa macamserangan terhadap suatu jaringan internet:
  1. Scanning. Pihak yang tidak bertanggung jawab mencoba mempelajari dan mengenali jaringan dan sistem yang digunakan. Jika mereka telahmenguasainya, maka hal tersebut akan mempermudah mereka dalam merusak sistem.
  2.  Denial of Service(DoS). Tipe serangan ini dilakukan untuk membuat sistem tidak mampu memberikan layanan kembali.
  3. Sniffing. Serangan ini dilakukan untuk mengetahui informasiyang dipertukarkan antara komputer client dan server.
  4. Hijacking. Serangan ini dilakukan dengan cara mengambil alih koneksi yang terjadi antara komputer client dan server.
  5. Physical. Pihak yang tidak bertanggung jawab mencoba melakukan akses secara langsung pada komputer server.
  6. Back door. Tidak ada suatu perangkat lunak yang sempurna,baik sistem operasi, sistem basis data, maupun sistem yang kita kembangkan. Serangan tipe ini dilakukan dengan cara menyerang kelemahan - kelemahan sistem tersebut.
  7. Social Engineering. Serangan ini dilakukan dengan cara menyusupkan orang - orang agar mempunyai hak akses terhadap sistem tersebut untuk menghancurkan sistem maupun melakukan pencurian data. 
Tidak ada sebuah sistem mempunyai tingkat keamanan yang sempurna. Meskipun tingkat keamanan sistem tidak ada yang sempurna, saat ini telah banyak sistem- sistem yang memanfaatkan jaringan internet khususnya teknologi web. Pemilihan teknologi web tersebut karena web mempunyai kelebihan dalam hal kemudahan akses dari mana saja hanya menggunakan web browser.

Tingkat keamanan sebuah sistem sangat tergantung pada tingkat kepentingan sistem tersebut, misalnya sistem perbankan dan e-commerce harus mempunyai tingkat keamanan yang tinggi karena resiko yang dihadapi cukup besar apabila ada penyusup. Demikian juga dengan sistem e-votting, sistem ini harus mempunyai tingkat keamanan yang tinggi karena jika sistem ini berhasil ditembus maka akan menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meingkatkan keamanan pada sistem. Berikut ini adalah beberapa cara untuk meningkatkan keamanan sistem :

  1. Education.Pembelajaran bagi semua pihak yang terkait baik pengguna, maupun administrator dengan sistem merupakan hal yang sangat penting. Mereka harus mengetahui bagaimana cara untuk menjaga keamanan sistem sesuai dengan hak akses yang mereka miliki terhadap sistem.
  2. Application Security. Meningkatkan keamanan aplikais yang digunakan baik sistem operasi, sistem basis data dan sistem lainnya. Pemahaman mengenai sistem yang digunakan merupakan hal yang penting untuk dimiliki agar mampu melakukan pengamanan dari sudut pandang aplikasi.
  3. Phisycal security. Pengamanan dilakukan langsung secara fisik, misalnya pengamanan padaruang server dengan penjagaan satpam.
  4. Firewall. Pengamanan dilakukan dengan cara mengatur lalu lintas jaringan. Penggunaan VPN (Virtual Private Network) dapat digunakan untuk membatasi pihak - pihak yang diperbolehkan untuk mengakses jaringan.

DASAR - DASAR KEAMANAN

Keamanan bersandar pada unsur - unsur berikut :
  1. Autentikasi. Unsur ini merupakan proses yang secara unik mengidentifikasi client dari layanan dan aplikasi anda. Unsur ini berupa pengguna akhir, proses atau komputer. Di dalam bahasa keamanan, client yang membuktikan dikenal sebagai principal. 
  2. Otorisasi. Unsur ini merupakan proses yang memerintahkan operasi dan sumber daya dengan client yang diautentikasi saja yang diijinkan untuk mengakses . 
  3. Pengauditan. Pembukuan (logging) dan pengauditan yang efektif adalah kunci untuk sistem yang tak terbantahkan (non - repudiation). Sistem ini menjamin bahwa sesorang pengguna tidak bisa menayngkal bahwa dia telah melakukan suatu operasi atau memulai suatu transaksi.
  4. Kerahasiaan. Kerahasiaan dikenal juga sebagai privasi, merupakan proses untuk meyakinkan bahwa data tetap bersifat pribadi dan rahasia dan tidak bisa dilihat oleh pengguna yang tidak diotorisasi atau pengintip yang memonitor aliran lalu lintas jaringan. 
  5. Integritas. Integritas adalah jaminan bahwa data dilindungi dari modifikasi yang disengaja (malicious). Seperti privasi, integritas menjadi sebuah perhatian yang sangat penting, terutama untuk data yang berada pada jaringan. Integritas untuk data di dalam pemindahan secara khusu disajikan dengan penggunaan teknik hashing dan kode pengaksesan pesan.
  6. Ketersediaan. Dari perspektif kemanan, ketersediaan berarti sistem tetap tersedia untuk para pengguna yang sah.  


DAFTAR PUSTAKA

Shalahuddin, Muhammad. 2009. "Pembuatan Modul E-Voting Berbasis WEB (Studi Kasus Pemilu Legislatif dan Kepresidenan Indonesia)".http://public.lskk.ee.itb.ac.id/D4-TMDG/2010/49010005/Tesis-23507023-Udin.pdf.

Simarmata, Jenner. 2010. Rekayasa Web. Yogyakarta : ANDI

Senin, 14 Maret 2016

File Transfer Protocol (FTP)

Mengenal FTP



File Transfer Protocol atau FTP adalah sebuah protokol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikais yang merupakan standar untuk pentransferan dokumen (file) komputer antar mesin - mesin dalam sebuah internetwork. Sedangkan HyperText Transfer Protocol (HTTP) adalah protokol - protokol yang di pergunakan untuk mentransfer dokumen (file) dalam World Wide Web (WWW). 
FTP (File Transfer Protocol) adalah suatu aplikasi program yang merealisasikan konsep client/server antar host di Internet atau semua host yang memakai TCP (Transmition Control Protocol) sebagai transport protokolnya. FTP menyajikan hubungan yang interaktif antara client dan server. 
FTP (File Transfer Protocol), protokol ini dirancang untuk memungkinkan pemakaian dalam hal transfer file dalam format text atau binary dalam suatu server komputer di internet.

Pada sistem Operasi Windows, secara otomatis sudah tersedia aplikasi khusus FTP yang masih berbasis DOS (Command prompt) dan sulit digunakan. Kesulitan tersebut muncul karena kita harus haafal beberapa perintah FTP yang cukup banyak. Beberapa perintah FTP tersebut antara lain : account, mdir, proxy, open, put, get, status, dll

Saat ini sudah tersedia beberapa program aplikasi khusus FTP yang relatif mudah digunakan. Program aplikasi tersebut ada yang sifatnya gratis maupun bayar. 
Contoh program aplikasi FTP yang gratis adalah CoffeeCup Free FTP dan Leech FTP. 

Untuk bisa mengupload file kesebuah web server dibutuhkan program FTP client dan juga account disebuah web server yang digunakan untuk hosting website. Untuk FTP client bisa menggunakan FileZilla yang merupakan salah satu FTP Client yang Open Source. 

Dalam FTP ada komponen utama yang harus ada, yaitu :


  • FTP Server
FTP Server adalah suatu server yang menjalankan software layanan transfer file dengan selalu siap memberikan layanan FTP apabaila mendapat request dari FTP Client. 
  • FTP Client
FTP Client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk transfer file. Jika terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan izin yang diberikan oleh FTP server.

Pada dasarnya FTP standar bukan protokol yang aman karena file yang di transfer tidak dienkripsi terlebih dahulu. Ada beberapa jenis FTP yang aman adalah SFTP(SSH FTP) yang mengimplementaasikan jaalur SSH (Secure Shell) dan FTPS (FTPover SSL) yang mengimplementasikan SSL (Secure Socket Layer). FTP biasanya Menggunakan port 21, FTP server akan listening pada port 21 untuk mengkoneksi dari FTP Client melalu TCP. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif mode (active mode) dan pasif mode (passive mode). 



Kelebihan dan Kekurangan dari FTP 

Kelebihaannya adalah 
  • Menyediakan transfer data yang reliable karena menggunakan protokol transport TCP 
  • Transfer file lebih cepat dan efisien dibanding penggunaan web base file manager , hal ini karena command ftp dibuat dalam DOS 
  • Pengoptimalan trafik jaringan karena tanpa perlu browsing dengan web

Kekurangannya adalah 
  • FTP kurang aman karena file yang di transfer tidak di enkripsi, namun beberapa jenis FTP sudah mengimplementasikan keamanan yaitu SFTP dan FTPS 
  • Harus ada Server dan Client jika koneksi FTP ingin dilakukan dan metodenya sedikit kurang user friendly dibanding web base. 


Daftar Pustaka

Isnu, Dion. 2013, "Website Untuk Media Informasi pada SD Negeri Celep 2". http://repository.amikom.ac.id/files/Publikasi_11.21.0576.pdf. 14 Maret 2016

Firdausy, Kartika., Samadri, dan Anton Yudhana. Agustus 2008, "Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Dengan PHP dan MYSQL". http://citation.itb.ac.id/pdf/JURNAL/JURNAL%20TELKOMNIKA/VOL%206%20No.2%20AGUSTUS%202008/6.2.8.08.05.pdf. 14 Maret 2016

Masykur, Fauzan. 2012, "Implementasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Metode Fuzzy Logic Berbasis Web". http://eprints.undip.ac.id/36016/1/Fauzan_Masykur.pdf. 14 Maret 2016

Prasetyo, Imam. Juni 2013, "Simulasi dan Monitoring FTP". http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2013/06/imam-ftp.pdf. 14 Maret 2016

Ramadhan, Arief. 2005. Seri Pelajaran Komputer Internet dan Aplikasinya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia 

Sabtu, 12 Maret 2016

Hypertext Transfer Protocol (HTTP)





HTTP atau HyperText Transfer Protocol adalah suatu protokol yang menentukan aturan dan perlu diikuti oleh web browser dalam meminta atau mengambil suatu dokumen dan oleh web browser dalam menyediakan dokumen yang diminta web browser. Protokol ini merupakan protokol standar yang digunakan untuk mengakses dokumen html. 

HTTP adalah komponen sentral lainnya dari proyek awal di CERN. Protokol komunikasi stateless yang berbasiskan pada TCP, awalnya digunakan untuk mengambil kembali file-file HTML dari server Web ketika dirancang pada tahun 1991.

HTTP didasarkan pada konsep suatu transaksi. Setiap transaksi terdiri atas empat bagian :

  1. Client melakukan hubungan TCP dengan server 
  2. Client menyerahkan permintaan ke server 
  3. Server memproses permintaan dan mengembalkan informasi yang diminta atau memberikan respon bahwa permintaan tersebut tidak dapat dijawab
  4. Server atau clientmenutup hubungan TCP 

PROTOKOL STATELESS

HTTP dipertimbangkan menjadi protokol stateless, yang berarti bahwa setiap transaksi dianggap menjadi satu sesi yang berbeda ddan terpisah. Web server tidak berusaha mengelola informasi tentang client selain apa yang dibutuhkannya untuk mengetahui selama transaksi kapan mengirim respon. Tidak satupun browser atau server menyimpan informasi tentang sesi selama waktu antara transaksi - transaksi, sebab tidak satu pun mengetahui apakah akan terdapat transaksi berikutnya. 


METODE HTTP

Metode yang paling sering digunakan adalah GET. Pada saat web browser memberikan permintaan dengan GET sebagai metodenya, server akan menentukan dan memproses informasi apa saja yang termasuk sebagai identifier. Sebagai contoh, jika web browser memberikan permintaan GET dengan URL untuk dokumen pada web server, server akan menjawab dengan dokumen yang diminta. 

Situasi lain dimana GET mungkin digunakan dalam submisi pemasukkan data ke dalam formulir. Misalkan akan memasukkan nama seseorang ke form di sebuah web page. Saat orang itu menyerahkan form tersebut, web browser akan mengirimkan identifier yang lebih panjang kembali ke web server yang menyertakan nama orang tersebut dalam data. Web server menerima informasi dan kemudian memprosesnya dalam beberapa cara. 

Perintah lain digunakan dalam submisi formulir disebut POST. POST digunakan pada sata data yang diserahkan mungkin terlalu panjang untuk GET (permintaan GET dibatasi sampai 256 karakter) atau pada saat diserahkan POST melakukan beberapa perubahan pada server (seperti penambahan record ke sebuah database). 

Contoh HTTP 

Versi 0.9 adalah protokol yang sederhana untuk komunikasi antara client dan server. Versi awal yang diciptakan pada tahun 1991. 

Versi 1.1 (diterapkan di RFC2616) telah mengalami peningkatan. Versi ini mengijinkan client dan server menggunakan banyak headers untuk menyamapaikan status informasi dan deskripsi agen pengguna (user-agent) dan bertindak sebagai alat yang bersifat elementer untuk autentifikasi 
pengguna. 



Daftar Pustaka


Masykur, Fauzan. 2012. "Implementasi  Sistem Diagnosis Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Metode Fuzzy Logic Berbasis Web". http://eprints.undip.ac.id/36016/1/Fauzan_Masykur.pdf. 13 Maret 2016

Stern, Morgan. 1998. Netware untuk koneksi ke internet. Jakarta : PT Elex Media Komputindo 

Simarmata, Jenner. 2010. Rekayasa Web. Yogyakarta : ANDI

Kamis, 10 Maret 2016

World Wide Web



WEB ADALAH... 

Website atau situs adalah kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing - masing dihubungkan dengan jarringan - jaringan halaman (Hyperlink).

Bersifat statis apabila isi informasi tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta penggunaan website. 

Web menggunakan protokol yang disebut HTTP(Hypertext Transfer Protocol) yang berjalan pada TCP/IP. Adapun dokumen Web ditulis dalam format HTML (Hypertext Markup Language). Dokumen ini diletakkan dalam Web Server (server yang melayani permintaan halaman web) dan diakses oleh klien (pengakses informasi) melalui perangkat lunak yang disebut Web Browser atau sering disebut browser saja. 

SEJARAH SINGKAT WEB...

Website telah mengalami beberapa perubahan semenjak pertama kali di temukan pada tahun 1991 oleh Sir Timothy John, Tim Berners-Lee. Pada awalnya tujuan dibuatnya websie pada saat itu yakni untuk mempermudah tukar menukar dan memperbaharui informasi kepada sesama peneliti di tempat mereka bekerja. 
Kemudian website dipublikasikan ke publik setelah adanya pengumuman dari CERN pada tanggal 30 April 1993. CERN menyatakan bahwa website dapat digunakan ssecara gratis oleh semua orang. Pada saat ini pengertian website sudah masuk kedalam ranah publik karena sudah bisa digunakan oleh semua orang dimanapun dan kapanpun. 
Hingga saat ini perkembangan web telah sampai pada generasi 3.0. yang menjadikan media berbaagai informasi tersebut menjadi salah satu unsur pokok bagi kehidupan manusia. 


PERKEMBANGAN WEB

WEB 1.0
Web 1.0 adalah teknologi web yang pertama kali digunakan dalam aplikasi world wide web, atau ada yang menyebut web 1.0. sebagai www itu sendiri yang banyak digunakan dalam situs web yang bersifat personal. 

Beberapa ciri atau kaarakteristik web 1.0. adalah :
  • Merupakan halaman web yang statis atau hanya berfungsi untuk menampilkan 
  • Halaman masih didesain sebagai html murni, yang hanya memungkinkan orang untuk melihat tanpa ada interaksi 
  • Biasanya hanya menyediakan semacam buku tamu online tapi tidak ada interaksi yang intens
  • Masih menggunakan form - form yang dikirim melalui e-mail, sehingga komunikasi biasanya baru satu arah





WEB 2.0
Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O'Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004, merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi yang menekan kolaborasi onlie dan berbagi antar pengguna.
Beberapa ciri atau karakteristik web 2.0
  • Web sebagai platform
  •  Data sebagai pengendali utama 
  • Efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi 
  • Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun ddengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan "open source")
  • Model bisnis yang ringan, yang dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan 
  • Akhir dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak (perpetual beta) 
  • Mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user 




WEB 3.0
Teknologi Web generasi ketiga yang pertama kali diperkenalkan tahun 2001 ini memiliki ciri - ciri umum seperti suggest, happen dan provide, dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 sendiri juga merupakan sebuah realisasi dari pengembangan sistem kecerdasan buatan (artificial intelegence) untuk menciptakan global meta data yang dapat dimengerti oleh sistem, sehingga sistem dapat mengartikan data tersebut kepada pengunjung dengan baik.
Dalam era web 3.0, pengembangan aspek sosial sebuah web mulai dipertimbangkan. Aspek sosial yang dimaksud, terutama adalah aspek interaksi. Bagaimana sebuah web dapat memberikan ssebuah interaksi sesuai dengan kebutuhan informasi setiap pemakainya, merupakan sebuah tantangan utama di kembangkaannya versi Web 3.0 ini. Walaupun hanya bersifat virtual 3D, namun ternyata banyak yang mengharapkan perkembangan teknologi web ini dapat memenuhi kebutuhan setiap bidang informasi, bahkan setiap orang yang mengunjunginya. Tetapi teknologi pada generasi web 3.0 masih pada masa pengembangan. Disamping perkembangan web 1.0 hingga 3.0 ada perkembangan yang mengiringinya yaitu Web Science dan Web Semantic.

WEB SCIENCE 
Web Science merupakan kajian sains dari web yang lahir dari desentralisasi sistem informasi. Pada Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi. Web science dipercaya banyak orang seperti pimpinan bisnis, pengusaha, dan pembuat polis dari seluruh dunia. Kelahiran Web Science didorong oleh pergerakan generasi web dari web 1.0 ke web 3.0. Dengan adanya web science kita tidak berkomunikasi dengan para kompeten kapanpun dan dimanapun tanpa bertatap muka secara langsung. Kita dapat mendapatkan informasi dibidang IPTEK dengan langsung melakukan percakapan dengan para ahli.

WEB SEMANTIC 
Semantic Web (Web Semantik) adalah pengembangan dari world wide web dimana makna semantik dari informasi diweb didefinisikan, sehingga memungkinkan mesin untuk memprosesnya. Semantic web berasal dari world wide web konsorsium dari web sebagai media universal data, informasi, dan pertukaran pengetahuan.
Istilah web semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada web 3.0, generasi ketiga dari world wide web. Bahkan, web 3.0 itu sendiri sering disamkaan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema),  RDF,RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL. Web Semantik merujuk kepada kemampuan aplikasi komputer untuk lenih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mesin. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.



Daftar Pustaka 


Nazrul, Ahmad. Juli 2013,  "RANCANGAN WEBSITE DAN PROFIL USAHA ADVERTISING MENGGUNAKAN PHP DAN MySQL". Amik Sigma Palembang. http://sigma.ac.id/wp-content/uploads/2013/04/jurnal.pdf. 12 Maret 2016.

Surachman, Arif. Mei 2009, "APLIKASI WEB 1.0.; E-mail - Surat Elektronik". http://arifs.staff.ugm.ac.id/mypaper/Aplikasi_Web_Email.pdf. 12 Maret 2016.

Kadir, Abdul. 2003.Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI

Selasa, 29 Desember 2015

MOBILITAS, INTERAKTIVITAS DAN IDENTITAS

Konvergensi
Konvergensi merupakan pergeseran paradigma - pindah dari konten media-spesifik untuk konten yang mengalir di beberapa saluran media, ke arah peningkatan saling ketergantungan sistem komunikasi, menuju beberapa cara untuk mengakses konten media, dan terhadap hubungan yang lebih kompleks antara top-down media korporasi dan budaya partisipatif bottom-up.
Konvergensi, dalam pengertian ini, adalah tentang 'multi-Platforming', di mana teks media dan penonton mungkin mulai bergerak hampir mulus di platform yang berbeda seperti televisi, secara online on-demand radio, podcast, user-generated content, video digital, dan segera. Salah satu hal yang menarik terutama dengan 'nomaden' atau komunikasi 'mobile' adalah bahwa konsep itu sendiri telah karena itu menjadi
Mengingat bahwa beberapa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pengguna dan konsumen dapat mengakses layanan yang sama (web, bahkan televisi dan radio) melalui ponsel, perangkat nirkabel, sementara yang lain dapat mengakses ini melalui (dalam praktek) terminal desktop yang fixed-point di rumah atau tempat kerja, atau bahkan televisi kuno berurusan dengan sinyal televisi digital.


Komunikasi Nomadic
jaringan dan layanan yang sebelumnya dianggap sebagai 'statis' sekarang menjadi semakin diakses pada bergerak, di mana kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan komunikasi 'nomaden' dalam budaya digital. Selanjutnya, media 'mobile' tidak selalu sesuatu yang berbeda dari 'fixed-point' media digital; semakin, perangkat mobile digital - ponsel, ponsel kamera, iPod dan sejenisnya - telah techno-budaya didefinisikan sebagai simbiosis dengan komputer konsumen hub 'personal (PC) atau laptop melalui perpustakaan konten digital diarsipkan / didukung-up, dan melalui mana gambar dan video yang diambil di-upload ke web untuk dibagikan melalui situs jejaring sosial. Sekali lagi, ada tepi yang sangat kabur sekitar 'ponsel' atau 'nomaden' di sini, karena banyak teknologi ini panggilan untuk, atau menghasut, dengan 'rumah membawa' dari porting, data digital portabel ke pusat - mungkin tetap - PC, dikonseptualisasikan sebagai 'penyimpanan' ruang atau arsip untuk file. Dengan demikian, media mobile digital perlu dilihat sebagai didefinisikan dalam interaksi dan hubungan timbal balik dengan kurang TIK diri jelas portabel. Bagaimana, kemudian, memiliki perangkat komunikasi digital mulai bergeser pengalaman kami dan menggunakan media terhadap nomaden.
Tiga perubahan signifikan:
1.      Menjauh dari konseptualisasi media yang 'mobile' sebagai sesuatu milik 'publik' ketimbang ruang 'pribadi' ('nomaden' komunikasi sekarang dapat menemukan mobilitas mereka dalam ruang domestik ketimbang di luar itu, atau bertentangan dengan 'rumah' wilayah) ;
2.      Volume media 'konten' bahwa perangkat mobile seperti MP3 atau MP4 player sekarang dapat secara rutin menangani permintaan, dan hasil yang berkaitan dengan faktor ini;
3.      Kemungkinan ekspresi diri dan artikulasi identitas diri yang ditawarkan oleh 'nomaden' media digital.

Seperti banyak media 'baru' sebelumnya, perangkat digital mobile (misalnya ponsel kamera) sebagian telah ditafsirkan sebagai sistem lama menantang kekuasaan dan peraturan, maka memungkinkan subkultur pemuda untuk terlibat dalam kegiatan dianggap sebagai ancaman terhadap tatanan sosial. Meskipun mungkin tidak dengan cara apapun yang mungkin untuk membangun sebuah 'neraca' dari perkembangan budaya, pro dan kontra, di daerah ini, itu tetap penting untuk tidak jatuh ke dalam perayaan budaya prematur atau kutukan. Budaya digital tidak pernah hanya 'satu hal' yang dapat monolithically dinilai sebagai 'baik' atau seri 'buruk' dari praktek, dan juga bergerak cepat dan fleksibel. Misalnya, ada kesempatan yang adil bahwa pada saat diskusi ini mungkin sudah sebagian telah digantikan oleh media yang lebih perkembangannya dengan  teknologi. Mungkin budaya digital meluas 'usang direncanakan' dan konsep konstan 'upgrade' ke dalam pola kebiasaan konsumsi dan konseptualisasi diri, bahkan di dunia akademis.

Di mana, apa dan siapa komunikasi mobile digital
Media 'mobile' telah memikirkan dengan cara tertentu sebagai perangkat yang menawarkan mobilitas luar rumah, daripada membentuk bagian dari media dalam negeri set-up. Memang, dalam pengertian ini, media 'mobile' dapat dikatakan tentang mengambil rasa rumah (ly) ke dunia budaya.

PARTISIPATIF BUDAYA: MOBILITAS, INTERAKTIVITAS dan IDENTITAS
Disini konsumen mengenakan headphone atau earphone dengan mengambil konten audiovisual akrab dengan mereka, pengguna bisa dibilang bisa mundur, dalam ruang publik, dalam sendiri (semi-) alam pribadi mereka akrab konsumsi media. Multi-modal, konsumsi multimedia adalah, dalam gaya akun, dibebaskan dari medan yang lebih biasa dalam negeri: 'konsumsi media-diperkaya internet tidak lagi tetap di lingkungan rumah tangga media penuhi dan menyerap kehidupan sehari-hari dan banyak dari kita yang semakin bias banyak mengerjakan tuugas.  Namun, perpanjangan ini 'pribadi' ke ruang publik tidak selalu dipandang negatif.
Meningkatnya perangkat portable yang menyerap perhatian orang, di ruang publik dapat menciptakan kesan populasi mundur  dengan penyebaran jaringan nirkabel murah, perangkat ini tumbuh lebih banyak fitur sosial yang mendorong berbagi dan berkomunikasi antara orang, membawa mereka bersama-sama bukannya membuat mereka terpisah.

Dalam konteks ini adalah kemungkinan bahwa yang disebut 'nomaden' komunikasi digital sebenarnya sekarang telah bergerak di luar 'privatisasi mobile' dan mundur nya; 'mobilisasi pribadi', dimana ruang 'publik' dibawa - dengan mobilitas jaringan nirkabel - ke dalam rumah. Dengan kata lain, daripada 'rumah' yang merupakan titik tetap atau 'dasar' yang dibatasi dan dipisahkan dari dunia budaya, ruang domestik diaktifkan dengan wi-fi broadband kini semakin tidak hanya diliputi oleh beberapa arus media dan jaringan sosial ; mereka juga ditargetkan sebagai ruang konsumen untuk berbagai teknologi nirkabel. Teknologi 'Mobile karenanya bisa dibilang sama hadir di dalam rumah dan di sini, 'mobilitas' atau 'nomadisme' mungkin akan bisa bergerak dari kamar ke kamar dengan wi-fi laptop jaringan atau pemutar musik, serta penghuni yang berbeda dari ruang domestik memiliki ponsel mereka untuk tangan. Asumsi bahwa 'komunikasi mobile = mobilitas di ruang publik'. Mobilitas juga dapat berarti mobilitas perangkat ICT dan jalur akses jaringan di sekitar rumah, sehingga mendekonstruksi oposisi tua-sekolah antara / kabel teknologi 'tetap' media domestik - televisi di perapian rumah tangga - dan 'mobile' perangkat pribadi yang lintas lebih ke ruang publik. 'Private' konsumsi media dan teknologi komunikasi itu sendiri semakin unanchored dari ruang tetap di dalam rumah, mampu menjadi 'porting' atau dibawa dari ruang tamu untuk belajar ke kamar tidur. Ini mungkin tampak seperti versi relatif sepele dan mikro-tingkat mobilitas, tidak layak dari label komunikasi 'nomaden'. 


REFERENSI :

  • Digital Cultures, understanding new media. Edited by, Glen Creeber and Royston Martin. 
  • Mobilitas, Interaktivitas, dan Identitas : Creeber, Glen. , Martin, Roys,(2009). Participatory culture: mobility, interactivity and identity. 
JOURNAL :

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut